NEDERLANDSCHE Handel Maatschappij (NHM) Cabang Jeddah dan Cabang Makkah rupanya memiliki catatan perjalanan yang panjang. Entitas keuangan tersebut bermetamorfosis dari bank konvensional modern pertama yang melayani jemaah haji asal Nusantara hingga akhirnya menjadi Islamic Development Bank (IsDB).
Sejak pertama kali membuka cabang di Tanah Suci pada 1926, NHM terus melakukan ekspansi dan metamorfosis bisnis. Berbekal kepercayaan yang kuat dari Kerajaan Arab Saudi, bank itu memperluas operasinya membuka dua cabang tambahan di kota provisinsi Timur, Al Khobar dan Ad Dammam pada 1954.
BACA JUGA :
Cerita NHM, Bank Haji Pertama bagi Jemaah Indonesia di Tanah Suci (1)
Bahkan, bisnis cabang NHM ini dapat meraup keuntungan besar meskipun pada awalnya hanya berbekal modal yang kecil. Hasil keuntungan tersebut terus dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis perusahaan.
Misalnya, pada 3 Oktober 1964, NHM dan Twentsche Bank bergabung menjadi Algemene Bank Nederland (ABN). Perbankan tersebut menjadi bank asing pertama yang menerapkan inisiatif yang ditetapkan oleh Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) dan menjadi model bagi bank asing lainnya di Kerajaan hanya berselang waktu setahun kemudian.
Selanjutnya, pada tahun 1977, Saudi Hollandi Bank didirikan sebagai perusahaan patungan ABN Bank dengan modal disetor sebesar SAR 35 juta. Jaringan cabang diperluas mencakup Riyadh, Jubail, Hofuf, Madinah, Qatif, dan daerah lainnya.
Memasuki abad milenium, tepatnya November 2016, Saudi Hollandi Bank mengganti namanya menjadi Alawwal Bank sebagai identitas korporat baru. Alawwal berarti “Yang Pertama” dalam bahasa Arab, merujuk pada sejarah sebagai sebagai bank pertama yang berdiri tahun 1926.
Aksi korporasi Alawwal Bank semakin canggih, bank ini memulai proses merger dengan Saudi British Bank menjadi Saudi Awwal Bank (SAB) agar menjadi bank terbesar ketiga di Arab Saudi. SAB menawarkan layanan perbankan investasi, komersial, private, treasury, digital banking, dan bank syariah yang diatur oleh Otoritas Moneter Arab Saudi dan Komite Pengawas Syariah.
SAB menggunakan logo heksagon dan jenis huruf yang dikenal sebagai merek HSBC sebagai pemangku kepetingan utama. Berkomitmen pada inovasi dan layanan pelanggan, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial Kerajaan sebagaimana tradisi awal sejarahnya.
Contohnya perjalanan NHM di Indonesia. Bank ini dinasionalisasi, kemudian berubah namanya menjadi Bank Exim. Selanjutnya, pada 1998 entitas keuangan ini merger ke dalam Bank Mandiri bersama tiga bank BUMN lainnya.
Sedangkan perjalanan NHM di Jeddah dan Makkah tak kalah menarik sejarahnya. Kota Jeddah sejatinya merupakan kantor pusat Islamic Development Bank (IsDB) sejak 1975.
Sebagai penjelasan, IsDB adalah lembaga keuangan pembangunan multilateral yang fokus menyediakan pembiayaan syariah. Ide pendirian IsDB bemula dari rekomendasi para menteri keuangan di Organisasi Konferensi Islam (kini Organisasi Kerja sama Islam) dengan dukungan dari Raja Faisal Arab Saudi saat itu.
Bank ini secara resmi mulai beroperasi pada 3 April 1975, dengan 22 negara anggota pendiri dan modal disahkan awal sebesar 2 miliar Dinar Islam. Sekarang ini, IsDB beranggotakan 57 negara pemegang saham, dan pemegang saham terbesar adalah Arab Saudi. IsDB menjadi pendorong global bank dengan prinsip syariah. []
BACA JUGA :
Cerita NHM, Bank Haji Pertama bagi Jemaah Indonesia di Tanah Suci (1)
Referensi: Amigoe 28-01-1994; De Indische Mercuur No. 44, 03-11-1926; De Telegraaf 20-10-1926; Portal ABN-AMRO Our History; Portal IsDB; Portal SAB About Us; Voor handel en Maatschappij: Geschiedenis van de Nederlandsche Handel-Maatschappij, 1824-1964, Ton de Graaf, 2012











