PPSI Jakarta Tampilkan Keberagaman Silat Tradisi dan Seni di Fornas VI Palembang

DPW PPSI DKI Jakarta ketika menampilkan pertunjulan seni pencak silat tradisi (Foto : Dok PPSI/Istimewa)

JAKARTA. RAMBUKOTA – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menggelar Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) VI di Palembang, Sumatera Selatan. Acara pesta olahraga rakyat yang diisi dengan pertandingan, perlombaan, dan eksibisi tersebut digelar sejakJumat (1/7/2022) hingga Kamis (7/7/2022).

Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia (DPW PPSI) DKI Jakarta juga turut ambil bagian dalam even nasional yang digelar saban dua tahun tersebut. Dalam acara itu, perkumpulan perguruan silat tradisi di Ibukota dan sekitarnya menampilkan keberagaman pencak silat dari berbagai aliran.

Bacaan Lainnya

H Firman Haris, Ketua Umum DPW PPSI Jakarta mengatakan, dalam acara Fornas yang keenam itu, pihaknya mengirimkan personalia sebanyak 31 orang. Rinciannya, tim terdiri dari 7 orang official dan pelatih serta 24 pesilat termasuk 4 orang pemain musik tradisi.

Sebanyak 50% dari kontingen yang berangkat ke Palembang merupakan kategori anak dan remaja. “Kami di sana menampilkan pagelaran yang mengambil tema ‘Keragaman Pencak Silat Tradisi dan Kekayaan Seni Budaya Jakarta’ hasil kolaborasi 7 perguruan pencak silat tradisi dengan beragam aliran,” ujar Firman.

Adapun aliran pencak silat yang ditampilkan di antaranya, Beksi, Gerak Oray, Bandrong, Cimande, Cikalong, Syahbandar, dan Kombinasi. Firman bilang, atraksinya berupa unjuk keindahan dan keterampilan individu, berpasangan, berkelompok, penggunaan senjata golok, baik kategori anak, remaja, dewasa dan lansia. Penampilan seni bela diri ini juga dilengkapi iringan musik tradisional dan pembacaan hikayat maupun pantun.

Selain mengikuti Fornas, kontingen PPSI Jakarta menyempatkan bersilaturahmi dan atraksi seni pencak silat di Desa Pedamaran 4, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hal tersebut bertujuan sebagai promosi pencak silat tradisi sekaligus mendorong warga untuk dapat membuka perguruan pencak silat tradisi dan melestarikan kearifan lokal yang ada.

“Kami juga berupaya untuk mengawal generasi emas penerus PPSI Jakarta ke ajang nasional supaya mengenal kekayaan seni pencak silat nusantara dan semangat terus berlatih meningkatkan kompetensi,” imbuh Firman.

Adil A Fadilakusumah, Ketum Umum DPP PPSI mengatakan, pihaknya bersyukur karena dpaat berpartisipasi dalam acara pertemuan Fornas VI di Palembang. Hal itu menjadi momentum untuk para pejuang pelestari seni tradisi bisa dipersatukan. “Insya Allah ke depan akan lebih banyak lagi para pejuang. Karena bagaimana pun seni bela diri tradisi ini adalah identitas nasional kita, identitas Indonesia, identitas Nusantara,” ujar dia.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *