Sulit Khusyuk dalam Ibadah, Ini Kiat-Kiat dari Habib Jindan

Habib Jindan Bin Novel Bin Jindan (Foto : Tangkapan Layar Channel Youtube Al Fachriyah)

JAKARTA, RAMBUKOTA – Sulitnya menghadirkan hati atawa khusyuk dalam menjalankan ibadah merupakan persoalan yang kerap dialami oleh sebagian besar kaum Muslimin. Pelaksanaan ibadah, seperti salat, membaca Alquran dan berzikir sering kali hanya dilakukan sebatas gerakan dan ucapan.

Namun begitu, kita sebagai umat Islam jangan berputus asa. Kesungguhan kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Taala harus terus diperjuangkan.

Bacaan Lainnya

Habib Jindan Bin Novel Bin Salim Bin Jindan memberikan sejumlah kiat-kiatnya agar bisa meningkatkan kualitas ibadah sekaligus dapat mengerjakannya secara khusyuk dan baik. Hal tersebut beliau sampaikan dalam Kajian Kalam Al Habib Ali Al Habsyi Malam ke-11 Ramadan yang digelar di Pondok Pesantren Al Fachriyah Tangerang dan disiarkan secara live streaming, Selasa (12/4/2022).

Adapun sejumlah upaya yang dapat dilakukan hamba untuk mencapai kekhusyukan ibadah, yakni pertama, memperkuat rasa syukur kepada Allah Taala. Habib Jindan menjelaskan, bersyukur dan berterimakasihlah atas nikmat yang telah dianugerahkan berupa kesempatan ibadah kepada Allah.

“Ada seseorang bilang kepada Syekh Abu Bakar Bin Salim. Saya berzikir tapi nggak paham. Saya berzikir tapi cuma di mulut dan tidak masuk dalam hati. Hati saya ini belum bisa ikut berzikir, tidak khusyuk, dan tidak hadir dengan apa yang saya baca,” kata Habib Jindan.

Mendengar curhatan itu, Syekh Abu Bakar Bin Salim lantas memberikan jawaban dan saran agar orang tersebut memperkuat rasa syukurnya. Seorang hamba harus sadar akan besarnya anugerah dari Allah Taala dengan nikmat berupa anggota tubuh yang bisa menjalankan ibadah secara fisik.

Sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa Taala dalam Alquran surat Ibrahim ayat 7, apabila seorang hamba mensyukuri nikmat yang diberikan, maka Allah akan menambahkan karunia-Nya. “Kalau kita bersyukur, Allah akan tambahkan nikmat kepada kita. Alhamdulillah, kostum dari zikir sudah kita jalanin. Kostum salat juga sudah jalanin. Tapi, mudah-mudahan juga diisi dengan ruhnya (khusyuk),” jelas dia.

Kiat kedua, seorang hamba juga harus berupaya untuk menghindar dari hal-hal atau sifat yang dapat mencemari amal ibadah. Yakni, sifat riya, ujub, serta sum’ah.

Sebab, sifat-sifat tercela tersebut akan membuat ibadah yang dilakukan akan sia-sia di hadapan Allah Taala. “Salat kita coba dibersihkan dari hal-hal yang bisa mengotori, membatalkan, menggugurkan,  dan yang  dapat membuat cacat. Seperti riya, ujub, sum’ah, dan kesombongan,” jelas Habib Jindan.

Selanjutnya, tips ketiga, seorang hamba harus bersungguh-sungguh memohon ampunan alias taubat sekaligus berdoa memohon taufik kepada Allah agar bisa  beramal saleh secara kontinu. Mengemislah memohon ampunan-Nya Tuhan yang Maha Pengampun.

“Jangan kendor dalam beramal. Mau sampai kapan kita dalam ghoflah, dalam kelalaian kepada Allah. Hal itulah akan membuat kita tersingkir dari daftar orang-orang yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Taala,” ujarnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.