Ramadan Datang, Momentum Kembali Mengingat Akhlak dan Perjuangan Nabi

JAKARTA, RAMBUKOTA – Kehadiran Ramadan 1447 H menjadi karunia besar dari Allah Taala yang mesti disyukuri oleh semua hambanya. Nah, salah satu ungkapan terima kasih tersebut dapat diwujudkan lewat rasa cinta kepada Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam atas perjuangannya membawa risalah Islam.Thank you for reading this post, don’t forget to subscribe!

Umat Islam harus memanfaatkan momentum datangnya bulan puasa untuk lebih mengenal pribadi sang Nabi. Hal ini dituturkan Ustadz Dian Budiarta ketika menyampaikan tausiah dalam acara Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Rumah Belajar Tiga Siku, Senin (23/2/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Ramadan ini pun kita juga harus memperbanyak baca Salawat kepada Nabi Muhammad SAW, banyak sekali manfaatnya,” ujar Ustadz Dian. Bersalawat menjadi wujud ungkapan rasa cinta umat muslim kepada Sang Nabi.

Selain itu, umat juga harus merealisasikan Salawat yang dengan berupaya meneladani sifat Rasulullah SAW. Sebagaimana difirmankan Allah Taala dalam Surat At Taubah ayat 128-129.

“Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan dia sangat penyantun lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik Arsy yang agung,”

Kedua ayat tersebut menggambarkan karakter Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang dan peduli terhadap umatnya. Kalangan pelajar dapat mempelajari kisah Nabi SAW sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW selalu bersikap lembut dan sabar dalam menghadapi kesulitan. Anak-anak bisa meniru sifat ini dengan bersikap sabar ketika dalam hal apa pun,” jelasnya.

Karakter Nabi Muhammad SAW terkenal dengan kepeduliannya terhadap orang lain. Di antaranya membantu orang yang membutuhkan dan mengunjungi orang yang sakit. Anak-anak bisa meniru sifat ini dengan membantu teman yang membutuhkan atau mengunjungi teman yang sakit.

Pesantren kilat ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar komunitas Muda Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Belajar Tiga Siku. Selain itu, pergelaran dan pengajian santri yang sekitar 30 anak sekolah ini juga mendapat dukungan dari Tursina Travel, Sari Roti, Bazis Jakarta Barat, Pondok Kelapa Omen, serta sumbangan tokoh masyarakat, serta kolaborator lainnya.

Lurah Meruya Utara Jakarta Barat, Agustiawan, mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Rumah Belajar Tiga Siku dan Muda Jakarta. Program juga sejatinya menjadi bukti konsistensi lembaga tersebut dalam upaya membina karakter dan spiritualitas generasi muda.

Rencananya, pergelaran santri kilat selama sepekan di bula Ramadan 1447 H akan meliputi kegiatan pembinaan akhlak, pembelajaran dasar keislaman, motivasi, serta aktivitas kebersamaan yang membangun semangat belajar anak. “Harapannya, program ini terus berlanjut dan berkembang,” ujar Agus dalam keterangan persnya.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x90