Milir, Perjuangan Masyarakat Betawi Pinggiran untuk Perubahan yang Baik

Bedah Buku Milir Karangan Dr Syamsul Yakin di UIN Jakarta (Foto : Yazid/Rambu Kota)

JAKARTA, RAMBUKOTA – Pusat Studi Betawi (PSB) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan Asosiasi Pengusaha Betawi (Apebe) menggelar acara silaturahmi sekaligus bedah buku budaya Betawi berjudul Milir karya Dr H Syamsul Yakin MA.Acara tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari kalangan akademisi, pengusaha, serta pemerhati budaya betawi.

Prof Dr Amany Lubis MA, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh PSDB UIN bersama Apebe untuk menggiatkan kembali tradisi lisan masyarakat Betawi. “Budaya Betawi seperti ‘milir’ ini memang harus dimunculkan terus, selain itu banyak budaya yang perlu dilestarikan baik religius, jawara, maupun sisi pengusahanya,” ujarnya dalam kata sambutan, Selasa (21/3/2022).

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, UIN siap mendukung kegiatan-kegiatan khususnya yang bertemakan kebudayaan dengan ciri khas Betawi. Apalagi, sejarah maupun budaya Betawi cukup fenomenal dan digemari banyak kalangan walaupun mereka bukanlah berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

“Jakarta jadi ibu kota itu menjadi sangat monumental, sehingga orang betawi sangat bangga. Masyarakatnya juga terbuka dan mengayomi para pendatang. Orang betawi juga dikenal asal goblek dan ceplas ceplos, sehingga ketika digunakan tepat pada waktunya akan memberikan nuansa (lucu) kegembiraan,” tutur pasangan dari H Husni Kamal yang merupakan pria asal Betawi Mampang Prapatan ini.

Dr Syamsul Yakin menjelaskan, buku berjudul Milir ini merupakan kisah nyata perjalanan hidupnya ketika berdagang kulit ketupat di tengah-tengah kota Jakarta era tahun 1980-an.  Selain itu. buku ini juga bercerita tentang penggambaran kondisi masyarakatnya ketika itu.

Orang-orang Betawi pinggiran kerap menggunakan kata milir sebagai aktivitas berusaha atau berdagang ke pusat kota. “Milir merupakan upaya transformatif penduduk Jakarta, dapat juga dikatakan pemberontakan untuk perubahan yang baik,” ujar dia.

Drs Ahmad Yani MA, Ketua PSB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan, pihaknya bersyukur bisa menggelar acara dan dapat bekerja sama dengan para pengusaha yang tergabung dalam Apebe. “PSB lahir niat kuat akademisi untuk kontribusi kebetawian, kesenian, budaya dan keagamaan. Ke depan selain bedah buku, kami juga berharap bisa menggelar seminar, bahkan penelitian dan survey,” imbuhnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.