Lima Kiat agar Remaja Tetap Aman Saat Berselancar di Internet

Ilustrasi anak-anak bermain gawai. Foto : Dok Pemkot Tangerang

JAKARTA, RAMBUKOTA – Sering kali kita dengar ungkapan, internet bagai pisau bermata dua. Dengannya, kegiatan usaha dan pembelajaran menjadi mudah, namun di sana juga terdapat berbagai ancaman semisal kecanduan gawai atau pencurian data pribadi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dalam memperingati Hari Internet Aman Sedunia alias Safer Internet Day, Meta Indonesia berupaya berbagi tips agar para orang tua dapat meningkatkan kepedulian bagi anak-anaknya dalam berselancar di internet. Orang tua tetap menjadi tempat dan pengaruh yang paling kuat dalam perkembangan remaja di era digital.

“Kini, orang tua bisa memastikan keamanan remaja di internet tanpa harus cek semua isi chat atau debat panjang soal screen time,” ujar Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026)

Adapun kiat yang bisa dilakukan orang tua mengawasi anak tanpa kewalahan yaitu,

  1. Tetap kepo dengan dunia mereka. Bagi banyak remaja, media sosial jadi tempat untuk mencari hobi, belajar hal baru, dan bergabung dengan komunitas yang mereka sukai.

    “Anda mungkin kurang paham dengan kreator favorit mereka atau jokes yang mereka lontarkan, tetapi Anda bisa mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di dunia maya,” imbuh dia.

  2. Jadikan diskusi sebagai komunikasi dua arah yang hangat. Membangun kepercayaan sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan di media sosial, dan berbicara dari hati ke hati bisa membantu Anda dan remaja memiliki ekspektasi yang sama.
  3. Pakai fitur perlindungan bawaan yang sudah otomatis aktif. Saat remaja Anda pakai Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka akan otomatis masuk ke Akun Remaja yang dilengkapi perlindungan dan fitur keamanan penting yang sudah aktif secara otomatis.

    Berni bilang, aktivitas remaja Anda di media sosial kini sudah dilengkapi perlindungan bawaan, mulai dari siapa yang bisa menghubungi mereka, konten apa yang mereka lihat, hingga bagaimana mereka menghabiskan waktu dengan gawai dan internet. “Untuk remaja di bawah 16 tahun, pengaturan ini tidak bisa diubah tanpa izin orang tua,” jelas dia.

  4. Kasih screen time yang ideal. Hampir semua orang tua pasti pernah melakukan negosiasi dengan remaja soal screen time khususnya di malam hari. Misalnya dengan memanfaatkan fitur bawaan yang ada di Meta yang dapat menjadi pengingat untuk beristirahat setelah bermain di media sosial selama 60 menit.
  5. Jaga komunikasi tetap terbuka. Keamanan digital terus berkembang dari waktu ke waktu, jadi orang tua perlu terus mengikuti perkembangan agar bisa berdiskusi dengan remaja soal pemakaian internet.

    Hal-hal yang dibahas saat mereka berusia 13 tahun belum tentu cukup untuk menjawab kebutuhan mereka di usia 16 tahun. “Dunia mereka berubah begitu cepat, sehingga komunikasi di rumah sebaiknya ikut menyesuaikan perkembangannya,” pesan Berni.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 728x90