Shoraka Group, Perusahaan Asal Malaysia Siap Investasi di Pasar Ekonomi Kreatif Indonesia

JAKARTA, RAMBUKOTA – Pasar Indonesia tampaknya tetap memiliki daya tarik yang cukup tinggi bagi perusahaan luar negeri untuk melebarkan sayap bisnisnya. Salah satunya, Shoraka Group, perusahaan asal Malaysia yang telah memastikan untuk masuk berinvestasi pada industri ekonomi kreatif Tanah Air.

Mohd Hasnul Ismar bin Mohd Ismail, Pendiri Shoraka Group mengatakan, pihaknya telah menggandeng perusahaan lokal, yakni Kennlines Group untuk menjalankan bisnis di Indonesia. Kedua perusahaan juga telah mengelar penandatangan kerja sama berupa perjanjian induk atau head of agreemenet (HoA).

Bacaan Lainnya

Menurut Hasnul, sinergi antara Shoraka dan Kennlines diharapkan dapat segera terealisasi serta memberikan nilai tambah dan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia. “Kami sangat serius memasuki pasar Indonesia dan mengembangkan potensi dan solusi terdepan di bidang teknologi, infrastruktur, dan ekonomi kreatif,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RambuKota, Minggu (17/4/2022).

Penandatangan HoA antara Shoraka Group dan Kennlines Group digelar pada awal pekan lalu, 11 April 2022 di Jakarta. Kerja sama tersebut dihadiri oleh CEO Kennlines Group Mirza Whibowo Soenarto, Co-Founders Shoraka Group Mohd Hasnul Ismar bin Mohd Ismail dan Wan Ahmad Nazim bin Mohamed Noor serta Managing Director Shoraka DV Johar bin Amat.

Shoraka Group merupakan perusahaan asal Malaysia yang didirikan pada 2006 silam di Dubai, Uni Ermirat Arab. Saat ini, korporat tersebut bertindak sebagai perusahaan induk investasi untuk semua kepentingan bisnis Shoraka di Kuala Lumpur, Dubai, dan London.

Sedangkan Kennlines Group merupakan perusahaan induk investasi asal Indonesia yang terbagi pada empat kegiatan bisnis utama. Masing-masing yakni, Kennlines Infrastucture, Kennlines Enterprises, Kennlines Digital, dan Kennlines Advisory.

Menurut Hasnul, kemitraan dengan Kennlines merupakan yang pertama di Indonesia. Meski begitu, pihaknya akan berupaya serius agar perusahaan dapat mengembangkan ekonomi kreatif di Jakarta.

Namun sayangnya, ia tidak menjelaskan detail, nilai investasi yang dikucurkan perusahaannya dalam memulai usaha di Tanah Air tersebut. “Kami ingin bekerja sama untuk memanfaatkan kekuatan satu sama lain untuk membuka peluang pasar di Indonesia,” ujar Hasnul.

Sementara, Mirza Whibowo Soenarto, CEO Kennlines Group mengatakan, pihaknya optimistis kerja sama dengan perusahaan asal Malaysia akan memberikan pengalaman yang menarik dalam pengembangan bisnis perusahaan. “Kami percaya kolaborasi ini akan menjadi peluang yang sangat baik,” ujar dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.