Tampil di Depan Publik, Memang Sulit tapi Bisa Dilatih

Adhe Riatin

Seorang Trainer Komunikasi & Public Speaking

Berbicara di depan umum alias public speaking hingga kini masih menjadi momok bahkan menakutkan bagi sebagian kalangan. Umumnya, hal itu terjadi lantaran kecemasan  berlebihan yang melanda.

Biasanya ini terjadi bagi Anda yang masih pemula. Pembicara terlalu banyak memikirkan respon audiens, sehingga efeknya justru meruntuhkan rasa percaya diri.

Bacaan Lainnya

Padahal, kemampuan public speaking sangat banyak manfaatnya. Warren Buffet, salah seorang tokoh investor dunia bilang, keahlian berbicara di depan umum dapat menjadi skill atau modal dasar yang akan meningkatkan value seseorang hingga lebih dari lima puluh persen.

Jangan risau, bagi Anda yang pemula, sedikitnya ada enam kiat yang bisa dipraktikkan agar tetap percaya diri ketika tampil di depan publik. Kemampuan public speaking Anda akan terus naik, sekaligus cara berkomunikasi pun semakin ciamik.

Mindset

“Jangan saya deh, yang lain saja saya gak mampu,” mungkin ini reaksi Anda ketika diminta memberikan sambutan ataupun menyampaikan presentasi oleh rekan. Mulai sekarang, jangan lagi mengecilkan kemampuan diri di saat orang lain sudah mempercayakan akan kemampuan itu ada pada kita.

Kebiasaan Inilah yang harus diubah. Mindset merupakan kumpulan keyakinan, belief, atau cara Anda berpikir dan memandang sesuatu untuk dapat memutuskan tindakan yang akan dipilih.

Jika memang hasil belum sempurna ketika presentasi, ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna. Jangan bicara kualitas, namun ambil kesempatan yang ada. Semua akan mahir jika berproses, dan Anda akan terampil jika terus berlatih.

Pembicara yang levelnya sudah profesional pun masih memiliki rasa takut, meskipun dalam porsi yang berbeda. Mereka punya cara jitu sehingga tidak nampak kecemasan di wajah ketika sedang tampil berbicara, yaitu berdamailah saat ketakutan hadir dan tetap melakukan berbagai persiapan sebelum mentas.

Riset topik 

Lakukan riset yang mendalam akan topik yang hendak Anda kamu bawakan. Kemudian,  berlatihlah terus menerus membawakannya tersebut hingga kamu menguasai topik tersebut.

Dalam lima hukum retorika menurut Aristoteles , hukum pertamanya adalah inventio atau penemuan. Pada tahap ini pembicara harus menggali topik sekaligus mencari kedalaman materi yang akan dibawakan.

Satu topik yang sederhana namun disampaikan secara dalam akan jauh lebih baik ketimbang topik yang kompleks namun disajikan dangkal alias ala kadarnya. Kredibilitas kamu sebagai pembicara juga ditentukan oleh bagaimana penguasaan topik.

Siapa audiens 

Hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum mentas, yakni siapa publik yang hendak diajak bicara. Galilah informasi sebanyak-banyaknya tentang audiens dari mulai usia, gender, pendidikan, bahkan motif atau tujuan mereka hadir.

Apakah mereka memiliki keinginan sendiri untuk hadir atau sebagai utusan perwakilan sebuah institusi? Dengan mengetahui kebutuhan audiens tentu kamu akan lebih mudah menyampaian topik dengan menyesuaikan terhadap kebutuhan dan tujuan mereka.

Ada enam tipe klasifikasi audiens. Yakni, si anak manis, si paling kritis, si no respon, si paling rame sendiri, si suka bikin huru hara, dan si paling tau segalanya. Kenalilah dan cari tahu bagaimana untuk mengantisipasi berbagai manuver yang bisa saja dilakukan oleh audiens saat kamu presentasi.

Alat bantu 

Tidak sedikit orang yang penampilannya sudah sangat baik dalam penyampaian public speaking, namun justru menjadi berantakan karena tidak menguasai berbagai alat bantu atau media yang digunakan. Oleh sebab itu, keahlian atau pengetahuan dalam pengoperasian alat bantu juga perlu jadi perhatian.

Penguasaan akan alat bantu presentasi akan dapat meningkatkan rasa percaya diri  serta  berdampak pada penilaian audiens. Nick Fitzherbert dalam bukunya,  “Mencapai Presentasi Bisnis yang Luar Biasa dengan Pendekatan Sulap“ bilang, peralatan teknis bisa membantu keterlibatan audiens, untuk itu butuh keahlian dalam mengoperasikannya.

Susun materi

Presentasi yang menarik bukanlah presentasi yang terdengar rumit di telinga audiens, namun presentasi yang mudah diingat dan dipahami. Ada banyak teknik dalam menyusun isi presentasi, salah satunya teknik segitiga.

Sang pembicara dapat menyusun isi presentasi dengan langsung menyampaikan poin poin penting dari presentasi.  Misalnya, ketika hendak menyampaikan bertopik “Sukses presentasi bagi pemula” tentu fokus utamanya dengan menyampaikan cara apa saja yang bisa dilakukan oleh para pemula dalam public speaking.

Antusias 

Tips terakhir yang tidak kalah penting, yakni antusias. Sarah Llyod Hughes dalam bukunya “How to be brilliant at public speaking” mengatakan, tampil bersemangat adalah cara jitu untuk meraih first impression dari audiens. Kesan pertama akan membekas di benak dan berkanjut hingga akhir penampilan.

Antusias itu menular. Ketika Anda bersemangat, audiens akan dengan jelas menangkap rasa itu dan akan memantulkannya dalam bentuk kefokusan saat mengikuti presentasi kamu. Sikap ini sejatinya juga berguna untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Keenam tips di atas dapat segera dipraktikkan sehingga Anda bisa sukses melakukan presentasi. Public Speaking merupakan keahlian mudah dan bisa untuk dipelajari asalkan ada kemauan.

Jam terbang dalam melakukan presentasi akan semaki  meningkatkan kehalian public speaking, sehingga nantinya Anda menemukan karakter yang cocok sebagai identitas atau persona dalam berpresentasi. Mari, ambil kesempatan sebanyak mungkin untuk mentas berbicara di depan umum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *