Tantangan Pemilu 2024, Kembalikan Kepercayaan dan Ubah Mindset Publik

Bawaslu Jakarta Barat menggelar Pelatihan Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi, serta Informasi Publik yang diikuti oleh tim media Bawaslu se-provinsi DKI Jakarta, Selasa (28/6/2022).

JAKARTA. RAMBUKOTA – Tahapan penyelenggaraan pemilihan umum serentak 2024 akan segera dimulai pada akhir tahun ini. Namun begitu, masih ada tantangan besar dan pekerjaan rumah yang harus diperhatikan para penyelenggara pemilu, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu).

Tantangan untuk para penyelenggara pemilu tersebut yaitu, mengembalikan kepercayaaan masyarakat akan pentingnya partisipasi politik serta mengubah mindset pola pikir publik terkait fenomena politik. Hal tersebut diungkapkan Managing Director AMP Group Wahab Afwan, pemateri Pelatihan Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi, serta Informasi Publik yang digelar Bawaslu Jakarta Barat, Selasa (28/6/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, polarisasi politik dalam Pemilu 2019 masih menyisakan dampak negatif di masyarakat. Misalnya, pandangan negatif warga terhadap hal apapun yang terkait dengan isu-isu politik dan pemerintahan.

“Selain itu, generasi milenial lebih banyak tidak peduli dengan perkembangan politik di Indonesia. Maka tantangan Bawaslu untuk Pemilu 2024 yaitu, mengembalikan kepercayaan publik dan mengubah mindset masyarakat,” kata Wahab ketika mengisi materi.

Ia menambahkan, hasil sebuah survei menunjukkan sebanyak 64,7% generasi muda usia 18 hingga 34 tahun menilai negatif praktik politik di Indonesia. Oleh sebab itu, lanjut Wahab, divisi kehumasan Bawaslu menjadi ujung tombang dalam menjawab tantangan tersebut.

Menurut dia, pemanfaatan media sosial dan internet harus dilakukan secara masif oleh Bawaslu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut. Divisi kehumasan dapat memanfaatkan media sosial semacam Instagram atau aplikasi lain untuk mengampanyekan pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.

“Tim humas juga bisa memanfaatkan obrolan kopi dengan warga yang di situ justru terkadang memberikan informasi dan gambaran yang lebih valid tentang pandangan masyarakat akan politik di Indonesia,” kata Wahab.

Siti Khofifah, Anggota sekaligus Koordinator Divisi Humas dan Hubal Bawaslu DKI Jakarta mengatakan, tim media harus mampu berupaya menampilkan informasi secara menarik sehingga pesan yang ingin disampaikan penyelenggara pemilu dapat diterima para pemilih. “Tahapan Pemilu 2024 akan segara dimulai, sekitar November 2022 akan dilakukan pendataan dan pemutakhiran data pemilih,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *