Latihan Silat dan Halal Bihalal PPSI di Kota Tua Jadi Daya Tarik Turis 

JAKARTA. RAMBUKOTA – Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia (DPW PPSI) DKI Jakarta menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H dan latihan gabungan (Latgab) Pencak Silat Tradisi. Acara yang digelar di kawasan cagar budaya Taman Fatahillah tersebut diikuti oleh 11 perguruan pencak silat tradisi.

Firman Haris, Ketua DPW PPSI DKI Jakarta mengatakan, pelaksanaan acara tersebut bertujuan untuk memperkuat ikatan silaturahmi antar perguruan pencak silat tradisi dari berbagai aliran. Selain itu, momentum lebaran Idul Fitri 1443 H juga merupakan waktu yang tepat untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, latgab bulanan sempat terhenti lantarn pandemi Covid-19 selama 2 tahun belakangan. “Alhamdulillah di bulan Mei ini dalam suasana paskalebaran, kita bisa melanjutkan kembali tradisi Latgab ini sambil halal bihalal dan silaturahmi di Taman Fatahillah Kota Tua Jakarta,” ujar dia, Minggu (22/5/2022).

Dalam acara silaturahmi tersebut turut hadir Ketua DPD PPSI Depok Ki Jujun, Ketua Perguruan Pencak Silat Gadjah Putih Tandang Makalangan Bandung Kang Bayu serta tetamu lainnya. Halal bihalal ini diisi dengan pertunjukan dan atraksi seni pencak silat dari masing-masing perguruan.

Selain itu, juga ditampilkan atraksi silat debus Singa Rantai Pasundan Minahasa. “Kami sangat senang, karena peserta Latgab didominasi oleh generasi milenial,” ujar mantan Kepala Museum Bank Mandiri tersebut.

Sementara, Yudie, Waki Ketua Umum DPW PPSI DKI Jakarta menambahkan, Latgab pencak silat tradisi ini sudah menjadi agenda rutih PPSI Jakarta sejak tahun 1980-an. Adapun lokasi yang menjadi tempat latihan silat bersama selain di Taman Fatahillah yakni, antara lain di sekitar kawasan Beos, dan kawasan Silang Monas.

 

Menurut Yudie, atraksi seni budaya pencak silat tradisi yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, sangat cocok ditampikan di kawasan cagar budaya Taman Fatahillah. Buktinya, beberapa wisatawan mancanegara yang sedang melintas cukup antusias menonton dan mendokumentasikannya. “Mereka juga minta foto bersama para pesilat,” ujarnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.